2013-05-15

percaya atau percaya??

gak tau ya berapa ribu kali kita berdialog seperti ini :

K : hari ini ngapain aja di kantor?
A : ya seperti biasa..kirim-kirim email ke suplier, foto copy inv, nyiapin berkas yang mau di registrasi..
K : emang gak ngobrol sama orang kantor?
A : ya ngobrol laaaaahh..masa gak sih..eamng enak diem2an..
K : ngobrolin apa aja?
A : ngobrolin tentang kerjaan, kadang2 juga becanda..
K : sama siapa?becanda apaan?trus lo lenjeh-lenjeh ya? (muka udah gak enak diliat)
A : hadeeeuuuwwhh...itu lagi..lenjeh gimana lagi sih..?
K : ya ampe ada kontak fisik, pegang2..
A : Duh bosen ya obrolannya  gini terus..
K : jawab aja, iya apa gak?
A : iya aja deh biar lo puas (berharap berhenti menginterogasi)
K : jadi bener kan apa yang dipikiran gw, lo tuh gak bener di kantor..
A : terserah lo aja deh..kalopun gw jawab ngga lo bakal nanya2 terus..
K : bla...bla...bla...bla...bla...
A : sekarang gini aja deh, lo kan gak percaya ama gw, yawdah tinggalin aja, lo cari yang bisa lo percaya,
gw capek.
K : kwe..kwek..kwek..kwek...
A : Ok kalo gitu , lo tongkrongin dah kantor gw seharian jangan ampe gw tau lo disitu, lo rekam aja buat bukti
K : ngapain kayak gw gak ada kerjaan..
A : lah..??yawdah lo beli spy camera lo taroh di tempat yang gw gak tau biar rekam aktivitas gw..
K : siapa lo ampe segitunya..
A : lah kalau begitu ya jangan begini terus dong..lo gak cape apa berantem mulu?gw sih capek!!
K : lo nya sih bikin gw gak tenang..
A : mau ampe kapan begitu?lo pikir gw gak curiga lo bilang urusan kerja, urusan kantor, gw juga gak percaya tapi gw cuma berusaha bikin lo tenang waktu lo gawe itu aja.

cintailah saya dengan sewajarnya, kalau memang tidak mau kehilangan ya kita sama-sama saling menjaga tapi tidak dengan  berlebihan karena kata bang Rhoma Irama Terrr...laaa....lu.....luv u sayang..


# luv u sayang..





mau Hp baru??jual dulu Hp situ..

kalau kamu yang dibilangin begitu mau ga?kalau aku koq rasanya janggal ya..
tapi mungkin kejanggalan ini gak ada artinya buat salah satu temenku,
jadi ceritanya begini ini terjadi pada hari jumat 10/5/2013:
temenku - sebut saja srintil- dikenalkan sama temennya (eblek) dengan seekor cowok - grandong (nama samaran)-gak jelas, dan alkisah sehari dua hari bertemu mereka pun jadi akrab karena keakraban inilah si srintil mendengarkan pembicaraan via telepon antara si grandong dan seseorang diseberang sana yang dipanggil bapak yang menyebutkan bahwa si grandong akan mendapatkan uang 15 juta perak pada hari itu..
singkat cerita, si grandong pun merayu srintil untuk mengantarkannya ke sebuah mall dimana dia akan mendapatkan uang tersebut dengan meminjam motor eblek, sesampainya di mall tersebut srintil dijanjikan dapat HP B* terbaru tapi dengan syarat dia menjual dulu 2 Hp yang dia punya untuk di bawa sama grandong agar si bapak percaya dia masih punya uang.(???)-----> #eh koq gitu ya?
setelah Hp dijual, uang + kunci mtr dibawa grandong, sedangkan srintil disuruh nunggu di satu counter penjual es krim..
daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannn....
anda benaaarr...!!!!!srintil ditipu..!!!boro-boro Hp baru, dia bahkan harus mengganti motor eblek yang dipinjam..
Duuhh..duh..srintil..malang benar nasibmu..
kalimat pertama yang keluar setelah dia selesai cerita adalah : "koq kowe guoblok nemen toh mbak?wong nembe kenal koq yo percoyo aeeee..!!!"




#pleaseeeee jangan mudah percaya dengan orang yang baru anda kenal, walaupun itu dikenalkan oleh temen sendiri..

2013-04-26

nasehat dari seorang sahabat..

Entahlah, seorang Anne Ahira mampu membaca pikiran saya atau memang beliau hanya kebetulan mengirimkan email nasehat yang memang sedang saya rasakan. karena akhir-akhir ini emosi saya seperti sedang berpesta, tidak terkendali atau memang saya yang tidak bisa mengendalikan?
saya hampir resign hanya karena emosi pada rekan kerja, kalau saja wajah anak dan ibunda saya tidak terlintas, mungkin saya dengan sombongnya mengajukan surat pengunduran diri, tapi untunglah saya masih disadarkan atas tanggung jawab saya.
berikut nasehat dari sahabat saya yang mungkin juga bisa bermanfaat untuk anda semua.

"Emosi Anda adalah budak dari pikiran
Anda dan Anda adalah budak dari emosi
Anda" - Elizabeth Gilbert
Dear Nenti,
Manusia hanya punya dua pilihan
ketika bicara emosi. Mengendalikan
emosi atau justru sebaliknya
dikendalikan olehnya.
Emosi dapat berdampak pada karir
Anda. Seperti yang dialami pegolf
legendaris Bobby Jones. Jones adalah
pegolf dengan kemampuan yang luar
biasa. Ia mulai bermain golf di usia
5 tahun di tahun 1907. Sebelum
berusia 12 tahun, ia telah berhasil
memperoleh angka di bawah par, sebuah
keberhasilan yang tidak dapat dicapai
oleh sebagian besar pemain golf
sepanjang umur hidupnya bermain golf.
Pada usia 14 tahun, ia mendapat
kualifikasi untuk mengikuti kejuaraan
golf amatir Amerika Serikat. Ternyata
Jones tidak berhasil menang dalam
acara itu, karena ia sering
kehilangan kendali emosinya dan tidak
mampu bermain baik. Sampai-sampai ia
dijuluki club thrower atau orang yang
suka melempar tongkat golf. 
Seorang pegolf lebih senior yang
dipanggil Grandpa Bart memberinya
nasihat. "Kau takkan pernah menang
kalau kau tidak dapat mengendalikan
emosimu." Jones menerima nasihat ini
dan mulai belajar mendisiplinkan
emosinya.
Pada usia 21 tahun, Jones mulai
berkembang dan selanjutnya menjadi
pemain golf terbesar dalam sejarah.
Ia pensiun dari golf pada usia 28
tahun setelah memenangi  Grand Slam
golf. Grandpa Bart mengomentarinya,
"Bobby berusia 14 tahun ketika ia
menguasai permainan golf, tetapi baru
pada usia 21 tahun ia mampu menguasai
diri sendiri."
Nenti, jangan biarkan karir Anda yang
tengah menanjak rusak hanya gara-gara
emosi.

kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah..

Sepertinya itu bukan hanya peribahasa, kemarin sore aku menonton berita dimana pewawancara sedang mewawancarai seorang ibu yang sedang dipidanakan oleh putri kandungnya sendiri hanya karena beliau mengusik harta si anak.

mungkin aku yang terlalu naif, atau aku yang tidak tahu bahwa kejadian seperti ini ada dan nyata di dunia.
sepertinya terlalu jauh dari bayanganku tentang hubungan orang tua dan anak.

Artijah namanya seorang yang sudah tua renta, beliau mengambil kayu dari lahan anak kandungnya sendiri dan alhasil si anak jadi marah serta merta langsung melaporkan si ibu ke kantor polisi.

Baiklah, mungkin memang si Ibu salah, dia mengambil harta dari anaknya tanpa persetujuan, tapiiiiiiiiiiiiiiiiiii...haruskah si anak membalasnya sedemikian rupa???
tidak ingatkah dia dulu untuk mengandungnya sampai melahirkan si Ibu harus bersusah payah?!
berapa harga yang seharusnya dia bayar untuk mengganti perjuangan Ibunya mengadu nyawa untuk melahirkannya?
berapa kepingan emas yang bisa dia bayar untuk mengganti semua kepayahan untuk membesarkannya?!
lupakah dia dulu dia buang air seenaknya ketika Ibunya sedang makan?berapa rupiah dia bisa menggantinya?
dan saya yakin dia tidak bisa seperti sekarang tanpa bantuan, kasih sayang, air mata  dan doa restu dari Ibunya..
Astaghfirullah..aku benar-benar tidak habis pikir, kenapa bisa setega itu?
apakah dia masih bisa makan kenyang ketika Ibunya harus makan dengan porsi dan waktu dijatah?
bisakah dia tidur nyenyak ketika si Ibu harus tidur entah dengan kasur atau hanya tikar saja di penjara sana?

dan tahukah kamu ketika si Ibu di tanya apakah dia akan memaafkan anaknya yang telah menjebloskan dia ke penjara?
dengan berurai airmata beliau berbicara dengan bahasanya bahwa walaupun  sakit hati dengan perlakuan anaknya terhadapnya beliau akan tetap memaafkannya karena walau bagaimanapun dia adalah anaknya..
Subhanallah...begitulah kasih Ibu..









2013-03-21

Untitled

sungguh..aku sayang sama kamu,
walau pikiran selalu mengajak menjauh..
aku masih disini,
bahkan ketika kamu datang dan pergi 

bahkan ketika kakiku seperti menginjak bara,
tanganku mengenggam pecahan beling dan kepalaku dihantam godam baja..
aku masih disini..

tapi lagi dan lagi kamu membandingkan kasihku dengan urusan sepele..


sungguh aku sayang kamu.
walaupun bulir air selalu jatuh dari mata karenamu..


entah....